FISMABA

Ruang berbagi antara kita
 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  LoginLogin  

Share | 
 

 Menyoal peawatan Soeharto

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Informan

avatar

Jumlah posting : 27
Join date : 18.01.08

PostSubyek: Menyoal peawatan Soeharto   Fri 25 Jan 2008, 09:10

Fasilitas Presiden
Lain Soeharto, Lain Bung Karno, Lain Pula Gus Dur



Melihat fasilitas kesehatan yang diberikan negara kepada Soeharto yang sedemikian prima, rasa bangga muncul. Namun, kalau mengingat perlakuan terhadap Bung Karno dan bagaimana negara ini memperlakukan Gus Dur, timbul rasa tak percaya, geram, haru yang bercampur aduk.

Soekarno, Soeharto, dan Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur, ketiganya pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini. Namun, realitasnya, negara memperlakukan ketiganya berbeda. Pengalaman sangat manis dirasakan Soeharto, tetapi getir bagi Bung Karno dan pahit bagi Gus Dur.

“Fasilitas yang diberikan kepada Pak Harto itu bukan lagi sangat bagus, tetapi sangat luar biasa. Bila dibandingkan dengan Bung Karno, jauh sekali,” ujar Rachmawati Soekarnoputri, anak ketiga Bung Karno, dalam perbincangan dengan Kompas, Sabtu (12/1).

Kalau Soeharto dirawat oleh tim dokter kepresidenan yang sangat banyak, Bung Karno justru dirawat dokter hewan saat di Batu Tulis. “Salah satu perawat juga ternyata bukan perawat, tetapi Kowad,” katanya.

Rachmawati, yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu, berkesimpulan, perlakuan terhadap mantan kepala negara ini masih jauh dari aspek keadilan, kebenaran, dan kejujuran.

Sidarto Danusubroto, salah satu ajudan Bung Karno yang masih hidup, masih ingat benar bagaimana getirnya pengalaman yang diterima Bung Karno. Dia berharap hal itu tak pernah lagi terjadi pada siapa pun dan oleh siapa pun di negeri ini. Perlakuan terhadap semua presiden harus ada standarnya meski berbeda ideologi politik.

“Saya apresiasi perlakuan perawatan kesehatan yang diberikan kepada Pak Harto. Pada saat sama saya menyayangkan mengapa hal serupa tak diperoleh pendiri bangsa ini,” katanya.

Sedemikian buruknya pelayanan kesehatan Bung Karno, sampai-sampai ketika ditanya kelas apa, dia tak bisa menjawabnya. “Kamu jawab sendiri, kira-kira kelas apa ini? Dokter spesialis tidak ada. Dokter umum saja on call, tidak stand by,” kenang Sidarto, yang kini berusia 72 tahun itu.

Kejamnya lagi, Bung Karno pun dikucilkan karena dianggap bisa membawa polusi ketidakstabilan. Untuk pergi ke Bogor saja diwajibkan lapor, begitu pula jika hendak kembali dari Bogor ke Jakarta. Hal ini yang membuat kesehatan Bung Karno merosot drastis.

Sidarto menunjukkan coretan tangan Bung Karno di salah satu bukunya yang dikutip dari filosof Jerman, Freili Grath. “Man totet den Geist Nicht. Jiwa, ide, ideologi, semangat, tak dapat dibunuh.” Saat itu Bung Karno merasa akan mati karena tidak bisa bertemu siapa-siapa setelah dijadikan tahanan rumah.

Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung Karno sejak 7 Februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewawancarai para dokter Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran (Kompas, 11 Mei 2006).

“Perawatan Bung Karno itu kelas gakin, kelas keluarga miskin. Padahal, saat itu Bung Karno statusnya masih presiden,” ujarnya.

Obat yang diberikan pun hanya royal jelly (sejenis madu), vitamin B, B12, dan Duvadilan untuk mengatasi penyempitan darah. Padahal, Bung Karno mengalami gangguan fungsi ginjal. Obat yang lebih baik sudah ada, tetapi juga tidak diberikan, begitu juga mesin cuci darah.

Pengulangan Sejarah
Gus Dur yang saat ini juga menderita gangguan fungsi ginjal dan harus cuci darah ternyata juga merasakan pengalaman pahit.

“Gus Dur beberapa kali masuk rumah sakit. Aturannya, negara yang menanggung biaya, tetapi kenyataannya tidak demikian. Susah sekali ditagihnya dan pernah jadi tunggakan RSCM sampai RSCM akhirnya minta keluarga saja yang bayar. Sampai sekarang Gus Dur juga cuci darah seminggu tiga kali, negara tidak pernah membantu,” kata Yenny Zannuba Wahid.

Sungguh tidak masuk akal apabila negara tidak mampu. Pasalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2007 saja Rp 752,4 triliun. Sementara itu, rata-rata biaya perawatan Gus Dur selama ini hanya belasan juta, sedangkan biaya sekali cuci darah Rp 600.000.

Namun, Yenny berbesar hati. Menurut dia, yang terpenting bagaimana komitmen pemerintah memberikan akses pelayanan kesehatan untuk semua. “Kalau Gus Dur yang mantan presiden dan haknya diatur di undang-undang saja diperlakukan seperti itu, apalagi rakyat,” paparnya. (sut)

(Kompas, Minggu, 13 Januari 2008)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
caktam

avatar

Jumlah posting : 16
Join date : 18.01.08
Lokasi : Qohiroh

PostSubyek: Re: Menyoal peawatan Soeharto   Fri 25 Jan 2008, 16:58

itulah bedanya pemimpin besar dan pemimpin yang biasa aja, saya pikir pak harto sudah cukup menderita sejak kejatuhanya hingga terbaring tak berdaya di RSPP, mending pak sby segera tanda tangan (untuk mempercepat pengadilan pak harto dan kemudian mengampuninya), biar beliau segera tenang dan gelar pahlawan akan segera menyusul...hidup pak har.....toooo 110
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
liemin

avatar

Jumlah posting : 31
Join date : 26.01.08
Age : 26
Lokasi : SFC (Sadis Fun's Club) EGYPT

PostSubyek: Re: Menyoal peawatan Soeharto   Sun 27 Jan 2008, 09:21

Alhamdulillah pak Harto telah meninggal, dari pada dia sakit2an terus kan kasian juga. ya semoga aja segala amal perbuatannya diterima dan segala dosanya di ampuni oleh yang Maha kuasa Amin, tp saya berharap gak ada lagi orang yang seperti beliau cukup satu saja. 67
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.arekgre6.co.id
polan

avatar

Jumlah posting : 35
Join date : 20.01.08
Lokasi : Mutsallas, kamar #3

PostSubyek: Re: Menyoal peawatan Soeharto   Mon 28 Jan 2008, 01:00

liemin wrote:
Alhamdulillah pak Harto telah meninggal, dari pada dia sakit2an terus kan kasian juga. ya semoga aja segala amal perbuatannya diterima dan segala dosanya di ampuni oleh yang Maha kuasa Amin, tp saya berharap gak ada lagi orang yang seperti beliau cukup satu saja. 67

Setubuuuuuuhh.........emang kematian keknya jalan terbaik bagi dia ngeliat usia uzur dan riwayat kesehatannya yang dah sakit2an. Juga semoga dengan kematiannya, ga ada lagi rasa sungkan bagi para penegak hukum tuk menghabisi kroni2nya. Ayo para polisi, KPK, MA, dan semua aparat hukum.....asah pisaumu, kokang bedilmu, habisi kroni2 soeharto...!!! 67

btw, salut tuk liemin yang masih berusia muda (19) tapi dah peduli sama masalah bangsa....kekekeke
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://pancaksara.blogspot.com
munir

avatar

Jumlah posting : 14
Join date : 23.01.08

PostSubyek: Re: Menyoal peawatan Soeharto   Mon 28 Jan 2008, 03:03

pak harto wes mangkat,kemaren dan sekarang sudah dikuburkan di samping ibu tin....

pimpinan orde baru sudah tidak ada sekarang tinggal pemuda membuat orde yang bisa men-surpass para pendahulunya...

hayo sapa yang mau jadi pemimpin negara yang baik......cepet-cepet daftar.(keknya ga bakalan ada, jadi pimpinan fismaba aja pada ketakutan) 241
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
maulancio

avatar

Jumlah posting : 62
Join date : 22.01.08

PostSubyek: Re: Menyoal peawatan Soeharto   Mon 28 Jan 2008, 09:38

PAK HARTO EMANG JASANYA BESAR BAGI NEGARA INDONESIA, TOH DOSANYA JUGA BESAR JUGA 69

MA`ALYS...MA`ALYS...MA`ALYS... 023

ALLAHUMAGFIRLAHU...( PAK HARTO )
ALFATIHAH...

PEACE OM... 028
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Menyoal peawatan Soeharto   

Kembali Ke Atas Go down
 
Menyoal peawatan Soeharto
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FISMABA :: FISMABAKITA :: Politik, Sosial & Kemasyarakatan-
Navigasi: